• lumbung kreasi ikip mataram

    Keseruan Organisasi Lumbung Kreasi IKIP Mataram di Desa Wisata Sesaot

    Lumbung Kreasi Ikip Mataram

    Desa sesaot merupakan destinasi wisata yang sangat terkenal dengan keindahan hutan dengan luas wisata sekitar 64,2 hektar dan jernihnya air yang mengalir di sepanjang hilir sungai, serta udara segar di tempat ini menawarkan kesejukakan bagi siapa saja yang mengunjunginya.  Memang wisata ini belum terlalu populer, Namun tidak sedikit wisatawan domestik maupun mancanegara berduyun-duyun mengunjungi wisata nan segar ini. Seperti apa yang dirasakan oleh mahasiswa IKIP Mataram yang terhimpun dalam sebuah organisasi yang mereka sebut Lumbung Kreasi pada hari Sabtu, 24 November 2018 kemarin. “Menurut Caca (Calon anggota baru), pemandian wisata ini sangat terawat, banyak tulisan yang mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan. Jadi setiap orang yang datang berwisata selalu memiliki kesadaran untuk meninggalkan tempat wisata dalam keadaan bersih. Hanya saja, kalau bisa akses menuju wisata ini di aspal supaya rata, dan memudahkan para wisatawan untuk berkendara ke tempat ini”.

    Pada dasarnya mereka tidak ada niatan untuk berwisata di tempat ini, melainkan hanya melakukan kegiatan PDO (Pendidikan Dasar Organisasi) angkatan ke-VI Lumbung Kreasi IKIP Mataram.

    Kegiatan

    Kegiatan yang berdurasi 2 hari 1 malam ini mereka nikmati dengan cara yang sangat unik dan cukup menantang adrenalin. Organisasi yang beranggotakan ratusan orang ini mendirikan tenda di tengah hutan pada sore hari dan memulai explorasi pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Koordinator lapangan (Korlap) dengan suara lantang dibantu microphone membangunkan para peserta. Dalam hitungannya yang ke 5, mau tidak mau semua peserta sudah berkumpul di sumber suara. Karena takut di hukum, calon anggota baru yang sedang bermimpi indahpun lari tunggang langgang dengan penampilan seadanya. Tampang kucel sudah bukan masalah lagi bagi mereka. “Biasanya bapak itu selalu ngasi uang buat beli bedak, tapi disini disuruh pasir jadi bedak dan dibentak-bentak sama kak Zahrom, Kak Irwan, Kak Rina, sama Oppa juga”. Ujar Dea Marisa salah satu peserta asal Sumbawa menyebut beberapa nama panitia.

    Ketertarikan para calon anggota baru pada organisasi Lumbung Kreasi IKIP Mataram begitu menggebu-gebu. Terlihat dari antusias mereka mengikuti setiap kegiatan dari awal sampai selesai. Mereka mengaku, kegiatan yang di ketuai oleh Vei ini merupakan sebuah moment paling menakutkan dalam sejarah pendidikan yang pernah mereka emban sebelumnya. Para senior yang mereka tahu adalah orang-orang baik, ramah, dan suka senyum tiba-tiba berubah menjadi sosok yang sangat menyeramkan. “Apalagi kakak yang pakai baju biru itu (Melky), mukanya itu serem bangeeeett… gak ada senyum-senyumnya, kalau kita senyum dia bilang siapa suruh senyum, siapa suruh senyum? Kan senyum itu ibadah”. Papar Nada Monika polos.

    Terlepas dari itu semua, kegiatan PDO Lumbung Kreasi IKIP Mataram di desa wisata ini sangat berkesan bagi mereka.

    Selain belajar organisasi, mereka juga dapat menikmati segarnya air sungai dan kicauan merdu burung camar di pagi hari. Seperti yang dikatakan oleh salah satu peserta bernama Lilis asal NTT, “Semenjak saya mengenal Lumbung Kreasi, saya seperti sudah jatuh cinta pada organisasi ini, dan seperti ingin mengulang kembali kegiatan serta berlama-lama ditempat ini”. Walaupun kegiatan ini tidak seperti ekspektasi mereka, namun pada sesi curhat semua calon anggota baru menyampaikan rasa terimakasih kepada semua panitia yang sudah memberikan edukasi dan pengalaman baru yang takkan pernah terlupakan. Salam Kreasi! Mari Berkreasi!

Chat WhatsApp